]

Laman

Jumat, 20 April 2012

Berpikir Kreatif

Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif merupakan kompetensi siswa yang harus guru kembangkan. Jika pada halaman sebelumnya telah penulis sajikan tentang berpikir kritis, maka pembahasan berlanjut pada pengembangan berpikir kreatif.
Tudor Rickards dalam buku Creativity and the managment of change (hal.22) menyatakan bahwa berpikir kreatif berkenaan dengan proses kegiatan untuk menghasil sesuatu yang berhubungan dengan proses menghasilkan ide baru yang bernilai. Baru itu bisa menurut penilaian orang yang menghasilkan pemikiran baru atau menurut penilaian sekelompok orang dalam masyarakat luas.
Selanjutnya Tudor menyatakan pula bahwa berpikir kreatif dan pemecahan masalah secara kreatif berbeda dengan berpikir rasional dan pemecahan masalah. Pemikiran tersebut beralasan karena dalam tindakan kreatif ditandai dengan adanya ide, proses berpikir, atau produk baru yang bernilai.
Persoalan utama yang dihadapi dunia pendidikan kita pada saat ini adalah bagaimana mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam kegiatan pembelajaran. Pecahannya adalah bagaimana proses pembelajaran perlu dibangun dan apa produk yang harus siswa hasilkan.
Persoalan ini menyangkut proses belajar dan hasil belajar yang tidak hanya menyangkut tugas dan beban kerja guru, namun menjadi tugas kepala sekolah, lembaga pendidikan, bahkan para pemangku kebijakan pendidikan pada umumnya.
Menurut Ellis yang dipublikasikan melalaui ec.europa.eu/…learning…/creativity/e llis menyatakan bahwa kecakapan berpikir kreatif dapat diukur dengan berbagai indikator prilaku belajar siswa seperti di bawah ini.
  • Menunjukkan sikap percaya diri, mandiri, dan menyenangkan. Kemandirian siswa dalam berpikir terlihat menunjukkan kesenangan terhadap hal yang dipelajari, terintegrasi dan fokus pada pokok bahasan, menunjukan sikap empati dan keterlibatan emosional pada hal yang dilakukan, dan menunjukkan motivasi diri untuk mencapai target yang diharapkannya.
  • Aktif berkolaborasi dan berkomunikasi yang dapat dilihat dalam prilaku yang dapat bekerja untuk mewujudkan tujuan melalui kerja sama dalam kelompok, aktif berdiskusi dalam tim, memberikan saran dengan penuh pertimbangan, mendengar dengan serius, merespon dengan sungguh-sungguh, mengatasi masalah dan mengungkapkan gagasan.
  • Bertindak kreatif yang ditandai dengan munculnya kemampuan untuk mengintegrasikan berbagai ide dalam rumusan singkat, bertanya, menghubungkan gagasan yang satu dengan gagasan lain, mengambil resiko, dan melakukan percobaan, mengekspresikan pikiran sendiri dalam produk belajar yang artistik.
  • Menunjukkan daya imajinasi dan mampu memainkan yang ditunjukkan dengan kemampuan mengidentifikasi, melakukan eksplorasi berbagai alternatif, mengembangkan berbagai perencanaan atau program, mendemonstrasikan perkembangan secara atistik yang didukung dengan kecapan yang spesifik, dan kemampuan mengontrol yang semakin meningkat.
  • Berpengetahuan dan memiliki pemahaman yang ditunjukkan dengan kesadaran untuk membedakan berbagai format, gaya, atistik, taradisi kultural, dan melakukan berbagai teknik melakukan berbagai hal secara kreatif.
    uses subject specific knowledge and language with understanding
  • merefleksikan dan mengevaluasi yang ditandai dengan kemampuan merespon, berkomentar, mengerjakan sendiri, sehingga dapat menunjukkan pengembangan daya berpikir logis, artistik, imajinatif. dalam bekerja, dan mampu mengevaluasi pekerjaan yang dialaminya.
Dari uraian di atas dapat kita pahami bahwa pembelajaran yang kondusif untuk menumbuhkan kecakapan berpikir kreatif perlu memerlukan dukungan suasana belajar yang memungkinkan siswa bebas mengembangkan pikirannya melalui pengembangan kerja sama yang menyenangkan hatinya, telepas dari sikap tidak sungkan bicara, bebas berkomunikasi antar sesama siswa serta efektfi berkomunikasi dengan guru sehingga kelas memfasilitasi siswa bekerja sama melalui interaksi sosial yang dinamis dalam kelas.
Kerja sama, komunikasi, interaksi, mendengarkan, mengomentari, bertanya, menjawab pertanyaan dan mengekspresikan pikiran merupakan prilaku yang paling penting untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Semua prilaku tersebut merupakan bagian dari proses belajar.
Hal yang penting juga dalam pengembangan kemampuan berpikir kreatif adalah suasana belajar yang mengembangkan kebebasan siswa dalam mengekspresikan pikiran, mengembangkan daya imajinasi, mengembangangkan daya eksplorasi, menyatakan pikiran dalam menghasilkan karya yang terbarukan dan bernilai.
Oleh karena itu, dalam mengembangkan kecakapan berpikir kritis diperlukan ide-ide atau karya yang akan dikembangkan sehingga lebih bernilai atau baik proses maupun hasil belajar harus berbeda dan lebih baik daripada sebelumnya.
Konsekuensi dari itu, guru dan siswa perlu memiliki model proses atau hasil karya yang akan diperbaharui. Misalnya, karya terbaik siswa yang telah dibuat tahun sebelumnya baik dari hasil karya siswa di sekolah sendiri atau dari sekolah lain. Gagasan yang telah ada dan akan dikembangan agar menjadi lebih sesuai dengan perkembangan teknologi, majalah dinding terbaik yang dibuat oleh siswa dari sekolah lain, karya hasil perobaan sebelumnya.
Tugas sekolah dalam mengembangkan keterampilan berpikir kreatif yaitu menentukan target pelaksanaan pembelajaran yang kreatif untuk meningkatkan keterampilan guru dan siswa berpikir kreatif. Sekolah mendeskrpsikan cita-cita dalam perencanaan dan menentukan strategi untuk mencapai cita-cita itu.
Rencana itu perlu dijabarkan lebih lanjut dalam pengembangan dan pelaksanaan kurikulum serta cara mengukur keterlaksanaannya. Kelemahan yang kita dapatkan di sekolah pada saat ini adalah secara kelembagaan sekolah belum menetapkan target dalam program untuk mengembangkan kecapan berpikir kreatif menjadi komponen kegiatan dalam program yang terdeskripsikan.
Kepala sekolah belum fokus untuk mengukur pencapaian sekolah dalam mengembangkan kecakapan siswa berpikir kreatif. Karena itu, guru-guru kurang mendapat dorongan untuk mengembangkan kecakapan ini sehingga luput dari perhatiannya.
Bepikir kritis hingga saat ini baru kita sentuh kulitnya, cuma baru pandai menyisipkan dalam bentuk kata indah dalam standar, namun miskin maknanya karena kita sendiri belum memiliki alat ukur yang spesifik untuk mengetahui posisi keterpenuhan kriteria proses dan hasilnya.

5 Cara Melatih Berpikir Kreatif

KREATIF" hanyalah sebuah kata pendek dan sederhana. Namun, berkat pemikiran kreatif, kesuksesan besar, semisal kemajuan teknologi, industri, dan bidang lain, terjadi. Tidak berlebihan bila dikatakan, berpikir kreatif merupakan kunci keberhasilan.

Berikut ini cara yang bisa di coba :


1. Berpikir, semua bisa dilakukan
Yakinlah, sesuatu yang akan kita kerjakan mampu kita selesaikan. Artinya, harus optimis. Buang ungkapan bernada pesimis.
Misal, "Saya mungkin bisa mengerjakan". Ganti dengan ungkapan penuh optimisme. Contoh, "Saya pasti bisa mengerjakannya", "Bagi saya tidak ada kata menyerah!".
Pernyataan optimis melatih kita berani masuk ke persoalan. Pola pikir pun berkembang, karena dipaksa memeras otak untuk mewujudkan tekad itu.


2. Hilangkan cara berpikir konservatif
Pola berpikir konservatif ditandai dengan kekhawatiran untuk menerima perubahan, meski perubahan itu menguntungkan. Karena ingin mempertahankan gaya konservatif, perubahan ditanggapi secara dingin, bahkan dipersepsikan sebagai ancaman. Karena merasa nyaman atau diuntungkan dengan cara konservatif, ketika dituntut untuk mengubah pola pikir, kita takut akan mengalami kerugian.
Hendaknya disadari, cara berpikir konservatif memasung pemikiran kreatif karena pikiran dibekukan oleh sesuatu yang statis. Padahal dalam berpikir kreatif unsur statis semestinya dihilangkan. Mulailah berpikir dinamis, dengan terus mengolah pemikiran untuk menemukan pola pikir efektif.
Ada tiga cara mengurangi atau menghilangkan pola berpikir konservatif. Pertama, terbuka terhadap masukan. Masukan adalah bahan mentah sangat berharga. Lalu, kita mengolahnya menjadi "barang jadi" lewat pemikiran kreatif. Jadi, jangan takut dengan ide, usulan, bahkan kritik. Karena semua itu merangsang kita berpikir kreatif.
Kedua, mencoba pekerjaan atau hal di luar bidang kita. Untuk "memperkaya" diri, pola pikir juga perlu menghadapi sesuatu yang berbeda dari biasanya.
Ketiga, harus proaktif. Kita dituntut "menjemput bola" dalam menghadapi sesuatu, dan bukan "menunggu bola". Bertindak proaktif berarti membuat diri bebas memilih tindakan, tentu berdasarkan perhitungan matang. Ini bisa terjadi kalau kita mempunyai kreativitas berpikir.
3. Tingkatkan kuantitas dan kualitas pekerjaan
Jangan cepat puas. Semakin cepat puas berarti menutup diri terhadap pekerjaan lain yang dapat memperkaya perkembangan pemikiran. Kesanggupan menerima pekerjaan lain, berarti kita membuka diri pada tantangan baru. Untuk itu kita dituntut berpikir cerdas dan efektif.
Dua hal perlu dilakukan. Pertama, tambah kuantitas pekerjaan. Artinya, tidak perlu mengeluh bila di luar kesibukan kita masih ada hal lain, berarti kita membuka diri pada tantangan baru. Untuk itu kita dituntut berpikir cerdas dan efektif.
Dua hal perlu dilakukan. Pertama, tambah kuantitas pekerjaan. Artinya, tidak perlu mengeluh bila diluar kesibukan kita masih ada hal lain yang perlu diselesaikan. Keterbukaan untuk menerima tambahan pekerjaan membuat kita melatih diri. Apakah dalam situasi tertekan, kita masih mampu berpikir?
Yang berpikir kreatiflah yang mampu membangkitkan daya pikirnya.
Kedua, perbaiki kualitas hasil kerja. Ini mengandung makna, sekecil apapun pekerjaan, kita tidak boleh mengabaikan kualitas hasilnya. Karena dari kualitas pekerjaan itu tercemin mutu pemikiran kita. Artinya, kalau pekerjaan berkualitas, itu menunjukkan mutu daya pikir kita. Semakin berkualitas hasil pekerjaan kita, semakin berkualitas pula pola berpikir kita.
4. Perbanyak kebiasaan bertanya
Bertanya merupakan indikator bahwa pikiran kita masih "jalan" dan selalu dinamis. Dengan bertanya, berarti mencoba menguji daya kritis.
Kebiasaan bertanya jangan dipahami bahwa kita "tidak mengerti". Tetapi harus dipahami sebagai munculnya dinamika pikiran.
Bertanya merupakan sarana melatih pengembaraan daya kreativitas. Dengan bertanya, pemikiran kita bertemu dengan pemikiran orang lain yang mengandung hal-hal baru, sehingga cakrawala berpikir kita semakin luas. Juga membuat kita tidak terpaku pada pemikiran diri sendiri. Sebaliknya, kita mencoba meyakinkan apakah pemikiran kita sejalan dengan pemikiran orang lain? Hal ini membuat kita semakin kreatif karena berusaha terbuka terhadap pemikiran dari luar.
5. Jadi pendengar yang baik
Menjadi pendengar yang baik berarti sanggup mendengarkan setiap informasi dari luar. Dengan demikian kita mempunyai "kekayaan", banyak kesempatan untuk berpikir mengenai yang kita dengar.
Apabila ingin menanggapi yang kita dengar, sudah tersedia banyak konsep pikiran untuk digunakan. Menjadi pendengar yang baik berarti mengerti betul setiap informasi yang masuk ke alam pemikiran. Kita dituntut untuk berpikir kreatif, sehingga sanggup merespons sesuai yang dikehendaki oleh dunia luar.


Manfaat Berpikir Kreatif

Berpikir kreatif erat kaitannya dengan memunculkan alternatif-alternatif. Dengan berpikir kreatif kita tidak hanya terpaku dengan satu alternative saja. Dengan berpikir kreatif kita dapat membuka kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi di masa depan, sehingga kita juga memiliki alternatif-alternatif cara menghadapi dimasa depannya.
Berpikir kreatif juga memudahkan kita untuk melihat, dan bahkan menciptakan peluang yang menunjang keberhasilan kita. Seringkali alasan seseorang tidak bertindak adalah karena tidak ada peluang. Padahal sesungguhnya peluang selalu ada didepan kita. Tinggal apakah kita jeli melihatnya atau tidak. Bahkan kalaupun peluang itu memang tidak ada, kita dapat menciptakan peluang asal kita mau berpikir kreatif.

Jumat, 06 April 2012

ibu ibu dan ibu

Aku Lahir dari Perut Ibu…
(Bukan kata orang...memang betul KAN....??)


Bila dahaga, yang susukan aku....ibu
Bila lapar, yang menyuapi aku....ibu
Bila sendirian, yang selalu di sampingku.. ..ibu
Kata ibu, perkataan pertama yang aku sebut....Ibu
Bila bangun tidur, aku cari.....ibu
Bila nangis, orang pertama yang datang ....ibu
Bila ingin bermanja, aku dekati....ibu
Bila ingin bersandar, aku duduk sebelah....ibu
Bila sedih, yang dapat menghiburku hanya....ibu
Bila nakal, yang memarahi aku....ibu
Bila merajuk, yang membujukku cuma.....ibu
Bila melakukan kesalahan, yang paling cepat marah....ibu
Bila takut, yang menenangkan aku....ibu
Bila ingin peluk, yang aku suka peluk....ibu
Aku selalu teringatkan ....ibu
Bila sedih, aku mesti telepon....ibu
Bila senang, orang pertama aku ingin beritahu.... .ibu
Bila marah.. aku suka meluahkannya pada..ibu
Bila takut, aku selalu panggil... "ibuuuuu! "
Bila sakit, orang paling risau adalah....ibu
Bila aku ingin bepergian, orang paling sibuk juga.....ibu
Bila buat masalah, yang lebih dulu memarahi aku....ibu
Bila aku ada masalah, yang paling risau.... ibu
Yang masih peluk dan cium aku sampai hari ni.. ibu
Yang selalu masak makanan kegemaranku. ...ibu
Kalau pulang ke kampung, yang selalu member bekal.....ibu
Yang selalu menyimpan dan merapihkan barang-barang aku....ibu
Yang selalu berkirim surat dengan aku...ibu
Yang selalu memuji aku....ibu
Yang selalu menasihati aku....ibu
Bila ingin menikah..Orang pertama aku datangi dan minta
persetujuan.....ibu

namun setelah aku punya pasangan……………..
Bila senang, aku cari....pasanganku
Bila sedih, aku cari.....ibu
Bila mendapat keberhasilan, aku ceritakan pada....pasanganku
Bila gagal, aku ceritakan pada....ibu
Bila bahagia, aku peluk erat....pasanganku
Bila berduka, aku peluk erat....ibuku
Bila ingin berlibur, aku bawa.....pasanganku
Bila sibuk, aku antar anak ke rumah....ibu
Bila sambut valentine.. Aku beri hadiah pada pasanganku
Bila sambut hari ibu...aku cuma dapat ucapkan "Selamat Hari Ibu"
Selalu... aku ingat pasanganku
Selalu... ibu ingat aku
Setiap saat... aku akan telepon pasanganku
Entah kapan... aku ingin telepon ibu
Selalu...aku belikan hadiah untuk pasanganku
Entah kapan... aku ingin belikan hadiah untuk ibu

Renungkan:
"Kalau kau sudah selesai belajar dan berkerja... masih ingatkah kau pada ibu?
Tidak banyak yang ibu inginkan... hanya dengan menyapa ibupun cukuplah".
Berderai air mata jika kita mendengarnya........
Tapi kalau ibu sudah tiada..........
IBUUUU...RINDU IBU.... RINDU SEKALI....
*Berapa banyak yang sanggup menyuapi ibunya....
*Berapa banyak yang sanggup mencuci muntah ibunya.....
*Berapa banyak yang sanggup menggantikan alas tidur ibunya......
*Berapa banyak yang sanggup membersihkan najis ibunya...... .
*Berapa banyak yang sanggup membuang belatung dan membersihkan luka kudis ibunya....
*Berapa banyak yang sanggup berhenti kerja untuk menjaga ibunya.....
*Berapa banyak yang sanggup meluangkan waktu untuk menjaga ibunya yang telah renta…..


Seorang anak menemui ibunya yang sedang sibuk menyediakan makan malam di
dapur lalu menghulurkan selembar kertas yang bertuliskan sesuatu. Si ibu
segera melap tangannya dan menyambut kertas yang dihulurkan oleh si anak
lalu membacanya. Upah membantu ibu:
1) Membantu pergi belanja : Rp 10.000,-
2) Membantu jaga adik : Rp 10.000,-
3) Membantu buang sampah : Rp 10.000,-
4) Membantu membereskan tempat tidur : Rp 10.000,-
5) Membantu siram bunga : Rp 5.000,-
6) Membantu sapu sampah : Rp 5.000,-
Jumlah : Rp 40.000,-

Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak , kemudian si ibu
mengambil pensil dan menulis sesuatu di belakang kertas yang sama.
1) Biaya mengandung selama 9 bulan - GRATIS
2) Biaya tidak tidur karena menjagamu - GRATIS
3) Biaya air mata yang menitik karenamu - GRATIS
4) Biaya gelisah karena mengkhawatirkanmu - GRATIS
5) Biaya menyediakan makan, minum, pakaian, dan keperluanmu -GRATIS
Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku - GRATIS

Air mata si anak berlinang setelah membaca apa yang dituliskan oleh si ibu. Si anak menatap wajah ibu,memeluknya dan berkata, "Saya Sayang Ibu". Kemudian si anak mengambil pensil dan menulis "Telah Dibayar Lunas Oleh Ibu" ditulisnya pada muka surat yang sama.