MANAJEMEN PROYEK
v Proyek
adalah kegiatan sekali lewat, dengan waktu dan sumber daya terbatas untuk
mencapai hasil akhir yang telah ditentukan.misalnya produk atau fasilitas
produksi.
v Dalam
proses mencapai hasil akhir kegiatan proyek dibatasi oleh
o
Anggaran,
o
Jadwal,
dan
o
Mutu,
yang dikenal dengan tiga kendala atau triple constraint.
v
Kegiatan
proyek dibedakan dari kegiatan operasional, antara lain karena :
o
sifatnya
yang dinamis,
o
nonrutin,
o
multi
kegiatan dengan intensitas yang berubah-ubah dan
o
memiliki
siklus yang pendek.
v
Belum
ada klasifikasi yang baku untuk menyatakan basar kecilnya proyek secara
kuantitatif. Namun dalam hal ini G.J.Ritz (1990) membuat penggolongan ukuran
proyek dari jumlah jam per tenaga kerja maupun biaya.
Atas dasar
itu proyek diklasifikasikan menjadi berukuran
o
kecil,
o
sedang,
o
besar,
o
super,
dan
o
mega.
v
Kalau
ditinjau dari komponen kegiatan yang dominan, terdapat berbagai macam proyek,
yaitu :
o
proyek
engineering konstruksi,
o
proyek
engineering manufaktur
o
proyek
penelitian dan pengembangan
o
proyek
pelayanan manajemen,
o
proyek
kapital dll.
v
Meskipun
terdapat banyak ragam proyek, tetapi semuanya mengikuti pola tertentu yang
menandai dinamika sepanjang siklus proyek. Intensitas kegiatan dimulai dari
awal meningkat perlahan-lahan secara teratur, sampai ke puncak, kemudian turun dan
akhirnya berhenti.
v
Ada
tiga tahap siklus proyek:
o
Tahap
konseptual
o
Tahap
PP/Definisi
o
Tahap
Implementasi
Tiap tahapan mempunyai jenis kegiatan dan intensitas yang berlainan
Kegiatan utama pada tahap konseptual adalah pengkajian kelayakan, sedangkan
tahap-tahap selanjutnya berturut-turut adalah perencanaan dan pemantapan, (PP
atau Defenisi), desain engineering, pengadaan , fabrikasi dan konstruksi, dan
akhirnya pelaksanaan uji coba sebelum diserahkan ke pemilik proyek.
KEGIATAN PROYEK VERSUS KEGIATAN OPERASIONAL
Banyak perbedaan antara kegiatan proyek dengan kegiatan operasional (rutin)
Perbedaan yang
mendasar adalah kegiatan operasi didasarkan pada suatu konsep mendayagunakan
sistem yang telah ada, apakah berbentuk pabrik, gedung atau fasilitas yang
lain, secara terus menerus dan berulang-ulang sedangkan kegiatan proyek
bermaksud mewujudkan atau membangun sistem yang belum ada.
Dengan demikian, urutannya adalah sistem (fasilitas atau produk) dibangun
atau diujudkan lebih dahulu melalui proyek, baru kemudian dioperasikan sebagai kegiatan rutin. Kegiatan operasional
misalnya kegiatan memproduksi semen di pabrik semen atau merakit mobil di
bengkel, dimana kegiatan proyeknya
adalah membangun pabrik semen dan bengkel otomotif.
Proyek vs Operasional
|
Kegiatan Proyek
|
Kegiatan Operasional
|
|
a.Bercorak dinamis, nonrutin
|
a.Berulang-ulang, rutin
|
|
b.Siklus proyek relatif
pendek
|
b.Berlangsung dalam
jangka panjang
|
|
c. Intensitas kegiatan
di dalam periode siklus proyek turun naik (berubah)
|
c. c. Intensitas kegiatan
relatif sama
|
|
d. Kegiatan harus
diselesaikan berdasarkan anggaran, jadwal dan mutu yang telah ditentukan.
|
d. Batasan anggaran dan
jadwal tidak setajam pada proyek.
|
|
e. Terdiri dari
bermacam-macam kegiatan yang memerlukan berbagai disiplin ilmu
|
e. Macam kegiatan tidak
terlalu banyak dan tenaga ahli tidak perlu terlalu banyak
|
|
f. Keperluan sumber daya berubah, baik macam maupun
volumenya
|
f. Macam dan volume keperluan sumber daya relatif
konstan
|
|
|
|